EKSPOSRAKYAT.net

Portal Berita Para Citizen Journalist Indonesia

Elpiji 3 Kilogram Mulai langka, Harga Merangkak Naik

Published on Jun 09 2012 // Ekonomi


MADIUN – Kelangkaan bahan bakar gas elpiji ukuran 3 kilogram mulai melanda diwilayah Caruban, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Akibat kelangkaan ini harga bahan bakar gas elpiji 3 kilogram dipasaran, kini mulai merangkak naik. harga sebelumnya berkisaran Rp.13.000 kini naik mencapai Rp.13.500 bahkan Rp.14.000.

Salah satu Distributor gas elpiji,Alfa Bimagas mengatakan, kenaikan harga elpiji ukuran 3 kilogram disebabkan banyaknya permintaan pemakai gas elpiji dipasaran. Sedangkan pasokan elpiji dari Pertamina untuk tiap-tiap agen elpiji tak ada peningkatan.

“Saya menjual ke pangkalan seharga Rp.11.850, dari pangkalan elpiji selanjutnya di jual ke toko-toko sebesar Rp.12.750 Ribu. Selanjutnya dari masing-masing Pedagang/Toko menjual ke konsumen dengan harga Rp.13.500 sampai Rp.14.000 yang tadinya Rp.13.000. Berarti ada kenaikan mencapai 500-1000 rupiah,”Ujar Roby, Sabtu (9/6).

Menurutnya, kenaikan harga elpiji sudah terjadi lebih dari sepekan ini.Untuk tetap memenuhi kebutuhan pasar pihaknya sudah membatasi permintaan tiap-tiap pangkalan elpiji dengan jumlah yang cukup besar.

“Dalam sehari saya mendapatkan jatah elpiji 3 kilogram dari pihak pertamina sebanyak 3000 tabung, untuk tetap memenuhi permintaan pasar, terpaksa mengurangi jatah ke tiap-tiap pangkalan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pemerataan permintaan elpiji dengan pangkalan lainnya agar ditiap-tiap pangkalan lainnya juga tidak kosong, ”Terangnya.

Salah satu pangkalan elpiji, Saiful Anwar mengatakan, pihaknya kini susah untuk mendapatkan elpiji 3 kilogram. Selain elpiji 3 kilogram, kenaikan juga terjadi pada merk lainnya seperti Blue Gas yang sebelumnya seharga Rp.60.000 kini naik menjadi Rp.70.000.

“Biasanya saya mendapat jatah dari Distributor untuk elpiji 3 kilogram sebanyak 500 tabung. Namun sudah sepekan ini jatah saya berkurang.kadang-kadang saya hanya mendapatkan sebanyak 200 tabung saja,”Ujar Saiful.

Sementara itu, salah satu pedagang nasi, Kamsriati di jalan panglima Sudirman, Caruban saat dikonfirmasi mengatakan, sudah biasa menggunkan elpiji 3 kilogram untuk memasak barang dagangannya.

“Saya beli gas 3 kilogram harga sebelumnya hanya berkisaran Rp. 13.000 kini naik menjadi Rp.13.500 bahkan ada juga yang menjual Rp.14.000. Sebenarnya berat juga jika harganya naik. Pasalnya dalam sehari saya menggunakan sebanyak 3 tabung elpiji untuk memasak.saya tidak keberatan kalau harganya naik asal elpiji mudah didapat.jangan sampai sudah naik harganya barang dipasaran susah didapat pula,”Ujar Kamsriati.*

ADI

comment closed