EKSPOSRAKYAT.net

Portal Berita Para Citizen Journalist Indonesia

Peserta PLPG Indramayu Dipungut Biaya Transport 500 Ribu

Published on Sep 03 2013 // Peristiwa
Illustrasi

Illustrasi

INDRAMAYU – PUNGLI merupakan kependekan dari “Pungutan Liar”. Semua bentuk pungutan yang tidak resmi, dan tidak mempunyai landasan hukum, maka tindakan pungutan tersebut dinamakan sebagai pungutan liar (pungli). Dalam pelaksanaannya, pelaku pungli selalu diikuti dengan tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap korban seperti dengan dalih “ Uang ini untuk kebersamaan tujuan kita, jika ada yang melapor maka kita semua harus bertanggung jawab”.demikian ungkapan lumrah dalam pembahasan musyawarah.

Dugaan Pungli tericium ditubuh Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, pasalnya ratusan peserta Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) tahun 2013 yang dilaksanakan di Universitas Negeri Semarang pada September tahun ini direncanakan selama 10 hari, hal itu diakui oleh beberapa peserta PLPG baru baru ini.

“Saya tidak tau persis jumlah bantuan pemerintah untuk peserta  PLPG tahun ini, hanya ketentuan transport Rp. 500 ribu memang betul adanya .” Ungkap Sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu H. Odang Kusmayadi melalui Kasi PRP Satorih, membenarkan jika peserta PLPG yang akan mengikuti di semarang dipungut biaya untuk transport perjalanan PP sebesar Rp.500 ribu.

“Benar saya ngambil Rp. 500 ribu untuk ongkos peserta ke Semarang.” Akunya kepada Eksposrakyat, Senin(2/9)kemarin di kantornya.

Sementara dari informasi yang didapat dihimpun Eksposrakyat bahwa jumlah peserta PLPG di Kabupaten Indramayu tahun 2013 ini, diantaranya Kecamatan Sindang 23 orang,  Tukdana 53 orang, lohbener jatibarang 46 orang, Kandanghaur 2 orang, Patrol 4 orang, Sliyeg 10 orang, Sukagumiwang 26 orang, Widasari 30 orang, Kedokanbunder 17 orang dan Cantigi 25 orang.**(Ihs/Acp)

comment closed