EKSPOSRAKYAT.net

Portal Berita Para Citizen Journalist Indonesia

Gubernur Lantik Sekda Aceh Baru

Published on Okt 25 2013 // Spot News

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah resmi melantik dan melakukan pengambilan sumpah Drs. Dermawan, MM sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh yang baru menggantikan Teuku Setia Budi, karena berakhirnya masa jabatan. Prosesi pelantikan dilaksanakan di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis (9/10) siang.

Prosesi pelantikan berjalan lancar dan berlangsung khitmat. Pengambilan sumpah dilakukan setelah pembacaan Surat Keputusan Presiden tentang pemberhentian dan pengangkatan Sekretaris Daerah Aceh. Selanjutnya Dermawan langsung menandatangani naskah sumpah dan pakta integritas lalu dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari T. Setia Budi.

Gubernur Zaini Abdullah dalam pidatonya mengatakan, Sekda mempunyai tugas membantu Gubernur dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan, administrasi, organisasi dan tatalaksana administratif.

“Dalam menyelenggarakan tugasnya, Sekda mempunyai fungsi, antara lain, sebagai koordinator perumusan kebijakan Pemerintah Provinsi, sebagai penyelenggara administrasi pemerintahan; sebagai pengelola sumber daya aparatur, keuangan, prasarana dan sarana Pemerintahan Provinsi; dan sebagai pelaksana tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai fungsinya,” ujar Zaini Abdullah.

Merujuk kepada kedudukan dan kewenangan itu, kata Gubernur, dapat disimpulkan bahwa Sekda merupakan operator teknis dalam sistem pemerintahan daerah, mendampingi Gubernur yang lebih berperan sebagai managerial system. Karena itu, tak salah jika ada yang menyebutkan, keberhasilan sistem pemerintahan di daerah, sangat ditentukan leadership Sekdanya.

“Seorang Gubernur tidak akan mampu berbuat maksimal manakala Sekda tak mampu menjalankan program dengan baik. Sebaliknya, Gubernur akan berhasil dengan baik dalam pelaksanaan tugasnya manakala dibantu oleh seorang Sekda yang berkualitas dan memiliki integritas yang baik, loyal, jujur dan amanah,” kata Doto Zaini, sapaan akrab Gubernur Aceh.

Doto Zaini menambahkan, tidak salah jika dikatakan jabatan Sekda adalah sentral pengendalian administrasi dalam sistem pemerintahan. Hal ini dibebankan lagi kepada seorang Sekda sebagai Ketua tim anggaran dalam penyusunan anggaran pemerintahan.

“Karena itu, keberhasilan menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, sangat menentukan pemanfaatan anggaran untuk kepentingan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan aspek kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini dibutuhkan keahlian Sekda dalam mengendalikannya,” sebut Gubernur.

Kepada Sekda yang baru, Gubernur Zaini mengharapkan agar mampu mengendalikan sistem administrasi pemerintahan di Aceh dalam upaya mencapai cita-cita pembangunan dan melanjutkan program-program yang telah dilaksanakan sebelumnya oleh Sekda lama, T. Setia Budi.

“Apabila terdapat hal yang kurang jelas dan tidak dipahami kiranya dapat berkonsultasi dengan Sekda yang lama, sehingga jalannya administrasi pemerintahan tidak terputus,” tegas Doto Zaini.

Pada kesempatan itu, Gubernur Zaini atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Aceh mengucapkan terimakasih kepada T. Setia Budi yang tulus ikhlas menjalankan administrasi Pemerintah Aceh, dengan menambah masa kerja 1 (satu) tahun dari batas pensiun normal.

“Ini merupakan suatu pengorbanan dan pengabdian kepada Pemerintah Aceh yang selalu kami ingat dan kenang sepanjang masa” tutup Gubernur.

Seperti diberitakan sebelumnya, Drs. Dermawan, MM merupakan birokrat yang sudah lama berkecimpung dalam birokrasi Pemerintahan Aceh. Jabatan terakhirnya sebelum dilantik sebagai Sekda Aceh adalah Kepala PKP2A IV Lembaga Administrasi Negara (LAN) Aceh. Sebelumnya, kisaran tahun 1988 hingga 2002, Dermawan pernah menduduki jabatan Kabag Ekonomi, Kabag Penyusunan Program, Kepala Dispenda, Asisten Adminsitrasi Pembangunan, dan Kepala Disperindag Kabupaten Aceh Barat. Lalu, pada 2002 hingga 2006 ia menduduki jabatan Sekda Nagan Raya. Kemudian, Pj Bupati Simeulue (2006-2007), dan Asisten Keistimewaan Aceh Setda Aceh (2006-2008).

Prosesi pelantikan turut dihadiri oleh sejumlah pejabat, seperti Ketua LAN Pusat, anggota Forbes dan anggota DPD asal Aceh. Selain itu, juga hadir jajaran Muspida Aceh, unsur SKPA, para Bupati dan Walikota se-Aceh, anggota DPR Aceh, DPRK dan pejabat Pemerintahan lainnya