EKSPOSRAKYAT.net

Portal Berita Para Citizen Journalist

Pemerintah Aceh Gelar Wokshop Teknis Pendampingan Koperasi Se-Aceh 2013

Published on Okt 25 2013 // Ekonomi

Banda Aceh — Pemerintah Aceh melalui Biro Perekonomian Setda Aceh, Senin, (7/10) menggelar Workshop bertajuk “Melalui Workshop Teknis Pendampingan Bagi Pendamping Koperasi Se-Aceh Kita Optimalkan Peran Koperasi untuk Mendorong Peningkatan Perekonomian Daerah” di Oasis Atjeh Hotel Banda Aceh.

Pembukaan Workshop Teknis Pendampingan Koperasi bagi Pendamping Koperasi Se-Aceh tahun 2013 ini turut dihadiri Dirjen Fasilitasi Pembiayaan dan Simpan Pinjam Kementerian Negara Koperasi dan UKM RI, Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh, unsur SKPA terkait, praktisi koperasi, akademisi dan diikuti oleh 70-an peserta tenaga pendamping koperasi dan UMKM se-Aceh.

Menghadirkan narasumber Sayid Insya Mustafa, SE dari Dinas Koperasi dan UKM Aceh yang menyampaikan materi “Revitalisasi Koperasi Berbasis UU No 17 Tahun 2012’. Selain itu juga hadir Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Aceh, H. M. Hanafiah, SE, MM yang menyampaikan materi “Strategi yang digunakan dalam Rangka Terwujudnya Peran Koperasi Melalui Pendampingan Koperasi”. Sedangkan Kabid Pengembangan Bisnis/Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan LPB Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Wahyudi, S. Sos menyampaikan makalah berjudul “Program Pemberdayaan Lembaga Pengembangan Bisnis/Bussiness Development Services (LPB/BDS)”.

Drs, Muhammad Raudhi, M.Si, Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh dalam laporannya menjelaskan, kegiatan workshop yang akan berlangsung selama 7 – 8 Oktober 2013 ini merupakan bagian dari salah satu upaya Pemerintah Aceh dalam rangka mewujudkan pengkoperasian yang lebih baik, kuat dan mandiri.

“Kiranya Wokshop ini dapat memberi kontribusi berarti bagi tenaga pendamping koperasi dalam rangka meningkatkan kapasitasnya,” ujar Muhammad Raudhi.

Khusus kepada tenaga pendamping, Muhammad Raudhi mengharapkan agar dapat mengikuti workshop dengan tuntas, saling berbagi pengetahuan dan terus menggali ilmu dari para narasumber.
“Mudah-mudahan pengetahuan yang diperoleh dari wokshop ini menjadi modal penting untuk melakukan pendampingan di lapangan nanti,” katanya.

Muhammad Raudhi juga mengajak tim pendamping agar nantinya bisa membangun relasi dengan Koperasi dalam rangka memotivasi, memfasilitasi dan menjembatani kebutuhan untuk pemberdayaan. Disamping memberikan bimbingan-konsultasi layanan tentang pengembangan dan manajemen usaha, Tim Pendamping juga diharapkan menjadi mentor dan mampu memfasilitasi akses terhadap sumber daya produktif yaitu modal, pasar, teknologi, manajemen dan informasi.

Sementara itu, Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah dalam sambutan sekaligus pembukaan Workshop yang dibacakan Asisten III Setda Aceh T. Said Mustafa mengatakan, pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh merupakan salah satu program Pemerintah Aceh sebagaimana tercantum dalam RPJM Aceh 2012-2017. Untuk menjalankan program itu, ungkapnya, Pemerintah Aceh menempuh langkah-langkah, antara lain memperkuat struktur ekonomi dengan kualitas sumber daya manusia, mewujudkan peningkatan nilai tambah produksi masyarakat dengan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam serta melaksanakan pembangunan Aceh yang proporsional, terintegrasi dan berkelanjutan.

“Dan, salah satu langkah konkrit untuk mencapai sasaran tersebut adalah melalui pengembangan usaha koperasi. Kita percaya, jika dikelola dengan baik, koperasi merupakan salah satu aktivitas yang mampu memberi ruang ekonomi kepada masyarakat secara berkeadilan dan merata,” ujarnya.
T. Said Mustafa menambahkan, data dari Dinas Koperasi dan UKM Aceh, sampai pada akhir tahun 2012, terdapat 7.461 unit koperasi, tapi sebanyak 49 persen di antaranya (atau 3.650 unit) tidak aktif. Berpijak dari realitas ini, kata Said Musatafa, Pemerintah Aceh akan mencoba kembali mendorong agar peran koperasi tersebut bisa lebih dimaksimalkan. Salah satunya adalah dengan menyediakan tenaga pendamping untuk membantu mereka bisa mengatasi masalah yang dihadapi.

“Dan terpe