EKSPOSRAKYAT.net

Portal Berita Para Citizen Journalist Indonesia

Pemilu Kada Gumas Menuai Masalah

Published on Okt 04 2013 // Politik

gubernur KaltengKUALA KURUN–Pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalteng menuai masalah. Hal tersebut menyusul diamankannya sejumlah pejabat yang menagani sangketa pemilu kada Gumas, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (2/10) malam.

Para pejabat yang diamankan KPK yaitu Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar, Anggota DPR Chairunisa, Bupati Gumas Hambit Bintih bersama Dhani dan pengusaha Conelis Antun. Semuanya ditangkap KPK diduga terlilit kasus suap dalam penaganan sangketa pemilu kada Kabupaten Gumas yang saat ini dalam proses di MK.

Pasalnya, salah satu pasang kandidat peserta pemilu kada Gumas yaitu pasangan Jaya S Monong-Daldin. Tidak menerima hasil pemilu kada, sehingga mengajukan gugutan pemilu kada ke MK. Namun, sebelum hasil sangketa pilkada di putuskan. Ketua MK sebagai salah satu hakim yang menangani masalah pilkada terlilit kasus suap, sehingga ditangkap KPK.

Untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan pasca penagkapan Bupati Gumas. Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang bersama sejumlah pejabat beberapa diantaranya Kapolda Kalteng Brigjen Djoko Mukti Haryono, Dandrem 102/Pjg Kolonel Czi Irwan beserta pejabat lainnya melakukan koordinasi dengan para pejabat di Kabupaten Gumas.

Saat di Kabupaten Gumas, Gubernur Teras Narang menyatakan prihatin atas kasus yang menimpa bupati Gumas. Dia meminta kepada semua pihak tetap tenang menyikapi hal tersebut. Apalagi saat ini status bupati Gumas masih terperiksa. “Kasus hukum yang menimpa Bupati Gumas sepenuhnya diserahkan ke KPK. Untuk itu semua masyarakat di Gumas tetap tenang. Sebab KPK akan menentukan status ” pinta Teras Narang.

Pada pertemuan yang juga dihadiri Wakil Bupati Gumas Arton S Dohong tersebut. Teras Narang menyatakan, pihaknya terus berkordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI serta pihak terkait. Untuk terus melakukan pengamanan di Kabupaten Gumas. “Sambil menunggu status hukum Bupati Gumas. Maka pemerintahan di daerah ini akan di jalankan wakil bupati, sekda beserta jajarannya. Saya juga akan terus mengawasi,” kata Teras Narang.

Berdasarkan pantauan pasca penagkapan Bupati Gumas, rumah jabatan di Jalan Pangran Diponegoro dan rumah pribadi Hambit Bintih di Jalan Tjilik Riwut, Kuala Kurun tampak sepi.

Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka KPU (11/9) lalu. Hasil pilkada Gumas pasangan (nomor urut 2) Hambit Bintih-Arton S Dohong mendapat 30.084 suara atau 50,96 persen. Kemudian disusul pasangan (nomor urut 1) Jaya Samaya Monong-Daldin memeperoleh suara sebanyak 22.859 suara atau 38,72 persen. Selanjutnya pasangan (nomor urut 3) Kusnadi B Halijam-Barthel D Suhin (KIBAR) memperoleh 1.629 suara atau 2,76 persen dan pasangan (nomor urut 4) Aswin Usup – Yunda memperoleh 4.466 atau 7,56 persen.

comment closed